Posts

Kutipan Drama Genie, Make a Wish (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama Genie, Make a Wish Episode 1 Manusia itu egois, malas, dan tidak pernah puas. Manusia mengkhianati orang terdekat dan merusak diri sendiri. [Genie] Untuk jadi sesat, kau membutuhkan kesenangan. [Genie] Jika situasi merugikan, alihkan pembicaraan. Jika percakapannya canggung, katakan yang lebih canggung. [Ki Ka-young] Episode 2 Sebagai manusia, kita bisa hidup di neraka tanpa pergi ke sana. Tak punya uang adalah neraka. [Ryu Su-hyeon] Jika semua manusia bobrok, pasti aku tidak dianggap psikopat atau ancaman. [Ka Ki-young] Episode 3

Kutipan Drama The Haunted Palace (Episode 03 & Episode 04)

Image
Kutipan Drama The Haunted Palace Episode 3: Roh Delapan Kaki Meski orang tuaku miskin, aku sangat berarti bagi mereka. Kamu mungkin berpikir kehidupanku tidak berarti, tapi itu berharga bagiku. - Bagiku, manusia semua sama. Mereka tidak hidup sampai 100 tahun, tapi mereka mengelompokkan orang berdasarkan kelas. Beberapa mati dengan perut kenyang, dan sisanya mati kelaparan. Seperti itu selama ribuan tahun. Seperti itulah manusia. [Yoon Gab] Episode 4: Permata Malam yang Bersinar Keluarga dengan perbuatan mulia ditakdirkan menerima berkah abadi. Keluarga yang melakukan kejahatan ditakdirkan menerima bencana abadi. [Yi Sung] Jika kamu setakut itu pada hantu, seharusnya kamu tidak berbuat jahat. [Queen Dowager] Episode 5: Roh Delapan Kaki Punya Sekutu

Kutipan Drama The Haunted Palace (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama The Haunted Palace Episode 1: Seorang Wanita Berbakat Hidup tak berakhir dengan kematian dan terus berlangsung hingga ke keturunannya. Apakah takdir yang berulang itu jika diketahui oleh manusia akan membuat dunia jadi berbeda? [Yeo-ri] Hal buruk yang disebabkan manusia harus dibersihkan oleh manusia yang punya bakat. - Manusia tidak bisa mengalahkan dewa. [Gangcheori] Episode 2: Kang Chul Berjalan, Gugur Berubah menjadi Semi Mereka bilang orang buta bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat orang biasa. [Queen Dowager] Manusia punya lima indra. Sentuhan, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan indra perasa, yang merupakan yang terkuat. [Yoon Gab] Bencana alam yang di luar kendali kita selalu ada di sekitar kita. Tapi kenapa kita menyalahkan semuanya kepada seseorang. [Yoon Gab] Episode 3: Roh Delapan Kaki

Kutipan Drama Death's Game (Episode 07 & Episode 08 END)

Image
Kutipan Drama Death's Game Episode 7: Kesempatan Terlahir kembali berkali-kali sebagai orang yang berbeda tidak ada gunanya jika aku tidak bisa lagi hidup sebagai diriku sendiri. [Choi Yee-jae] Manusia tidak mengenali kesempatan bahkan saat diberikan kepada mereka. [Death] Episode 8: Jangan Mencari Maut. Maut Akan Datang Mencarimu Kematian itu menular. Saat aku menghilang dari dunia, kematianku tetap ada bersama mereka yang mencintaiku. [Choi Yee-jae] Takdir masa depan seorang anak selalu merupakan karya ibunya. [Napoleon] Kematian yang paling menyakitiku bukan saat aku mati terbakar atau saat anggota tubuhku terpotong. Melainkan kematian seseorang yang sangat aku sayangi. [Choi Yee-jae] Aku baru sadar setelah mati bahwa hidup itu sendiri adalah kesempatan. Lalu rasa sakit yang kukira meliputi seluruh hidupku hanyalah sebagian kecil dari itu. [Choi Yee-jae] Hari cerah, hari hujan, hari berangin. Aku belajar bahwa hidup terdiri dari hari-hari yang berbeda ini. Tidak apa-apa gagal se...

Kutipan Drama Death's Game (Episode 05 & Episode 06)

Image
Kutipan Drama Death's Game Episode 5: Mustahil Bisa Bebas dan Melawan Maut Manusia terkadang harus berjuang pada pertarungan yang pasti kalah. [Choi Yee-jee] Manusia tidak pernah mendengarkan, sekeras apa pun mereka diperingatkan. [Death] Para psikopat lebih mungkin berakhir sukses selama mereka tak punya dorongan untuk membunuh. Mereka bisa sukses karena mereka terus maju untuk memenuhi keinginan tanpa empati sedikit pun. - Orang cenderung tertarik dengan orang yang mirip dengannya. [Jeong Gyu-cheol] Episode 6: Kenangan Dosa-dosamu akan kembali kepadamu, jadi, jangan pernah melakukannya. Namun, aku belajar bahwa dosa orang kaya sepertinya tidak pernah kembali kepada mereka. [Choi Yee-jae] Kematian tidak pernah berjalan sesuai rencana. [Death] Aku tidak akan memintamu mengorbankan diri demi rekanmu. Namun, setidaknya, jangan mempermalukan diri sendiri. [Woo Ji-hoon] Karakter seseorang bukan ditentukan oleh prinsip yang mereka pegang, tetapi oleh tindakan selama hidup mereka. [An Ji...

Kutipan Drama Death's Game (Episode 03 & Episode 04)

Image
Kutipan Drama Death's Game Episode 3: Maut Tidak Bisa Merenggut Apapun Jika membunuh seseorang, kau harus belajar bertobat. Jangan menjadikannya senjata untuk menakuti orang lain. [Cho Tae-sang] Setelah melihat seperti apa neraka, aku menyadari hidup itu sendiri adalah kesempatan. [Cho Tae-sang] Episode 4: Alasan Kau Takut Akan Maut Manusia selalu berjuang untuk hidup hanya setelah mereka mati, bukan saat mereka masih hidup. [Death] Seorang pria bisa menyerahkan hidupnya demi wanita yang dia cintai, tetapi dia tidak akan pernah melepaskan wanita itu. [Choi Yee-jae] Alasan kita takut mati adalah karena tidak akan ada hari esok. Itu sebabnya aku takut kematian mungkin akan datang saat ini. [Jang Gun-u] Kau tak benar-benar hidup jika terus hidup dalam ketakutan. Orang paling bahagia saat bisa menjadi diri sendiri. Pada akhirnya, hidup akan sia-sia jika kau tidak pernah bisa menjadi diri sendiri. [Lee Ji-su] Episode 5: Mustahil Bisa Bebas dan Melawan Maut

Kutipan Drama Death's Game (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama Death's Game Episode 1: Maut Kematian paling menyakitkan bagi manusia adalah yang diramalkan. [Bakkhilides] Hal tersulit untuk dicapai adalah kehidupan biasa tempat kau mendapatkan pekerjaan dan menikah seperti orang lain. [Choi Yee-jae] Selagi aku diam di tempat, tidak bisa melangkah maju, dan hari-hari terus berulang, yang paling membuatku takut adalah masa depanku yang tidak pasti. [Choi Yee-jae] Aku takut hidup. Aku sama sekali tidak takut mati. Kematian hanyalah cara untuk mengakhiri penderitaanku. Aku menolak berjuang untuk bertahan hidup lagi. [Choi Yee-jae] Tuhan menganugerahi manusia dengan hak istimewa. Manusia hanya perlu mati sekali dalam hidup panjang mereka. [Death] Manusia memang luar biasa. Mereka bilang hidup mereka seperti neraka, tetapi mereka bertahan dan terus hidup di tempat yang mereka sebut neraka. [Death] Episode 2: Alasan Kau Pergi ke Neraka Tidak ada yang namanya perundung baik hati. [Kwon Hyeok-su] Aku dibesarkan oleh ibu tunggal yang miski...

Kutipan Drama A Shop for Killers (Episode 07 & Episode 08 END)

Image
Kutipan Drama A Shop for Killers Episode 7: Jebakan Nasi sudah menjadi bubur. - Epiosde 8: Dengar, Jian Tak peduli apa yang kau lakukan, kau lebih tenang dengan perut kenyang. [So Min-hye] Tak peduli seberapa berpengalamannya serigala, ia tak bisa mengalahkan rubah. [Lee Seong-jo] Tamat

Kutipan Drama A Shop for Killers (Episode 05 & Episode 06)

Image
Kutipan Drama A Shop for Killers Episode 5: Babylon Kau harus memanfaatkan semua yang ada di sekitarmu ketika terdesak. Gunakan cara apa pun demi bertahan hidup. [Jeong Ji-man] Jika yang kuat melawan yang kuat, mereka akan hancur. Yang lemah harus tahu diri dan memilih dengan bijak. [Bae Jeong-min] Episode 6: Jeong Jinman Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik. [Lee Seong-jo] Kurasa psikopat juga hanya manusia. [Lee Seong-jo] Episode 7: Jebakan

Kutipan Drama A Shop for Killers (Episode 03 & Episode 04)

Image
Kutipan Drama A Shop for Killers Episode 3: Yang Kuat tak Melolong Saat dalam situasi sulit, daripada berdebat soal benar dan salah, lebih penting mencari cara untuk memecahkan masalah dan mengatasi situasinya. [Jeong Jin-man] Babi hutan menyeramkan. Jika lapar dan tak punya makanan, mereka akan makan manusia juga. [Jeong Jin-man] Hanya yang lemah yang menggonggong. Yang kuat tak menggonggong. Kau harus jadi kuat. Apa pun alasannya, tetap buka matamu dan hadapi itu. [Jeong Jin-man] Pistol adalah pedang bermata dua. Dengan pistol, kau bisa melindungi dirimu, dan bisa menyelamatkan teman-temanmu. Namun, seseorang selalu terbunuh olehnya. [Jeong Jin-man] Kau bergerak tanpa berpikir. Namun, mulai kini sebaiknya berpikir dan bergerak jika kau mau tetap hidup. [So Min-hye] Saat darurat, jika memutuskan kabur dan mati karena penilaian kalian sendiri, kalian akan pergi ke akhirat hanya membawa uang receh tanpa asuransi dan tak bisa menyalahkan siapa pun. - Saat menembak, pistol dan senapan sam...

Kutipan Drama A Shop for Killers (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama A Shop for Killers Episode 1: Murthehelp Kau bukan seekor capung. Kau tak bisa melihat segalanya dengan mata manusia. Selalu ada titik buta. Jika memanfaatkan titik buta dengan benar kau bahkan bisa selamat dari lubang api. [Jeong Jin-man] Saat prajurit mati dalam perang, mereka menyelipkan tanda pengenal di gigi untuk mengingat nomor tugas mereka. Nomor pendaftaranmu mengikutimu dari lahir hingga mati. Itu berarti nomor yang diberikan kepadamu sangat penting. [Jeong Jin-man] Cara orang berduka berbeda-beda. [Bae Jeong-min] Episode 2: Jeong Jinman, Jeong Jinman, Jeong Jinman Meninggal itu menyebalkan. Namun kita semua mati pada akhirnya. Kematian bukan hal yang menakutkan. [Jeong Jin-man] Hanya yang lemah yang menggonggong. Yang kuat tak menggonggong. Kau harus jadi kuat. Untuk membuat musuhmu menggonggong. [Jeong Jin-man] Jangan takut. Apa pun alasannya, tetap buka matamu dan hadapi. [Jeong Jin-man] Aku bukan orang tuamu. Tak akan pernah begitu. Itu artinya aku tak bisa ...

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 11 & Episode 12 END)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 11: Jebakan Saat berperang, yang menghargai lawan selalu menang. [Ryuhei Kato] Kalau perpisahannya terlalu berlebihan, itu justru membuat kita sedih. [Lee Yeon] Dunia memang kerap mengkhianatimu. Tapi kalau punya orang yang menyayangimu, entah itu pacar atau keluarga, kau tak akan pernah jatuh. Intinya, hiduplah dengan benar. Walau aku tiada, hiduplah dengan semangat. [Lee Yeon] Apa pun yang kulakukan tak akan terlalu mengubah masa depan. Tapi bagaimanapun, aku akan bertindak sebagaimana seharusnya. [Lee Yeon] Impianku adalah menjalani hidup normal. Tinggal di rumah yang normal dan mengemudikan mobil yang normal. Memikirkan akan makan siang dengan apa keesokan harinya, pergi ke pemandian tiap akhir pekan. Hidup dengan sangat normal seperti keluarga lainnya. [Cheon Mu-young] Episode 12: Dewa Gunung Terakhir Joseon Jika nyawamu terancam, yakinlah pada dirimu seperti aku yakin pada dirimu. [Lee Yeon] Tamat

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 09 & Episode 10)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 9: Hotel Bando Aku memang tak begitu memahami wanita, tapi kurasa putri duyung pasti rindu laut. [Lee Rang] Cinta pertama rubah ekor sembilan adalah cinta terakhirnya. [Lee Yeon] Episode 10: Prajurit Bayaran Shinigami - Episode 11, Jebakan

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 07 & Episode 08)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 7: Jang San-boem Orang bilang perasaan seorang pria berubah seperti warna kue beras pelangi, tapi cintanya padaku tak pernah berubah. [Jang Yeo-hee] Mau hidup sebagai manusia atau rubah, itu pilihanmu. Tapi ingatlah, tak ada keselamatan bagi mereka yang tak mau menyelamatkan diri. [Lee Yeon] Episode 8: Dewa Pribumi Setelah ditelantarkan oleh orang tua dan kakakku, aku luntang-lantung selama ratusan tahun. Aku hanya setitik noda dalam hidup mereka. Aku kesal dan mulai membunuh manusia. Aku menjadi bandit untuk menjarah dan membakar. Itulah rutinitasku. [Lee Rang] Mengabaikan memang gampang, memutuskan hubungan dan pergi semaumu. Berhentilah menyalahkan nasib dan hadapilah ketakutanmu. [Jang Yeo-hee] Meski miskin dan tak berdaya, roh penunggu tetaplah roh penunggu. Kau tak berhak merenggut umur mereka. [Lee Yeon] Roh pribumi sedang dilanda krisis dan entah sampai kapan. Kalau ingin terus hidup, cobalah beradaptasi. Kini belajarlah hidup ...

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 05 & Episode 06)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 5: Bayi Buangan II Manusia menjadi lemah dan jahat karena mendapatkan segalanya tanpa upaya. [Ryu Hong-joo] Menurut majalah, pria suka wanita yang selalu mendengarkan. [Jang Yeo-hee] Kalau kau ingin bernyanyi, berdirilah dengan kaki dan jangan jadi tontonan. [Lee Rang] Episode 6: Permainan Sudut Kadang, gisaeng harus berhenti jadi bunga dan tumbuh seperti rumput liar. Jangan biarkan pestisida mengganggumu. [Ryu Hong-joo] Konon, kuah berubah rasa jika terjadi masalah di rumah. - Aku selalu heran kenapa manusia terus membuat permainan seram. Padahal mereka tak sanggup memainkannya. [Lee Yeon] Episode 7: Jang San-boem

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 03 & Episode 04)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 3: Saetani Aku hanya membedakan dunia menjadi dua golongan. Yang di pihakku, dan yang bukan. Aku mempertaruhkan nyawa untuk melindungi atau menghancurkan. [Hong Joo] Di kehidupan selanjutnya, lahirlah sebagai anak normal. Mau itu dukun atau Saetani, tak ada yang bisa menjadikan kita objek milik orang lain. [Lee Yeon] Episode 4: Bayi Buangan Rubah harus membalas budi, apa pun itu. Terutama saat nyawanya diselamatkan. [Lee Rang] Aku hanya seorang birokrat. Aku membesarkan seseorang karena kebutuhan, dan menyingkirkan seseorang karena kebutuhan. [Taluipa] Aku sangat membenci manusia. Apalagi yang menyedihkan dan tak bisa mandiri. [Lee Rang] Karena aku tahu perasaan seseorang tidak main-main. Sekalipun harus bermusuhan, aku tak mau berbohong. [Lee Yeon] Episode 5: Bayi Buangan II

Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama Tale of the Nine Tailed 1938 Episode 1: Persaudaraan 1938 Konon, rubah tak akan meninggalkan pasangannya selamanya. [Taluipa] Rubah selalu membalas budi dan membalas dendam pada musuhnya. [Lee Yeon] Mau hidup sebagai manusia atau rubah, itu pilihanmu. Tapi ingat, tak ada pengampunan bagi mereka yang tak punya semangat untuk hidup. [Lee Yeon] Episode 2: "Mi"Cantik Aku tak suka orang miskin yang baik. Dunia ini bukanlah dongeng. [Ryu Hong-joo] Jangan gampang memaafkan. Nanti dunia akan menghujanimu dengan orang-orang yang harus kaumaafkan. [Ryu Hong-joo] Di lihat dari mana pun, makhluk yang rendah diri tak sepantasnya ditunjuk sebagai dewa. [Lee Rang] Zaman sudah berubah dan akan terus berubah. Kau juga harus menentukan sikap. Mau belajar beradaptasi atau menghilang saja. [Lee Yeon] Episode 3: Saetani

Kutipan Drama Duty After School (Episode 05 & Episode 06 END)

Image
Kutipan Drama Duty After School Episode 5 Bisa dibilang masuk ke universitas adalah perang lokal, dan berada di dunia adalah perang dunia. [Lee Choon-hoo] Entah kapan perang akan berakhir. Tapi, bertahanlah sampai akhir. Aku tidak bisa mengakhiri perang untuk kalian, tapi aku akan membantu kalian berjuang sampai akhir tanpa ada yang terluka. [Lee Choon-hoo] Episode 6 Seseorang makin cantik saat jatuh cinta selama masa perang. - Percaya dan andalkan teman di sebelahmu. Saling melindungilah. - Tamat

Kutipan Drama Duty After School (Episode 03 & Episode 04)

Image
Kutipan Drama Duty After School Episode 3 Dilindungi oleh orang lain bukan berarti kamu akan aman. Kamu harus melindungi dirimu sendiri. [Lee Choon-hoo] Semua orang punya pendapat dan cerita sendiri. - Episode 4 Lebih baik tidak bergerak saat kita tidak tahu apa-apa. - Episode 5

Kutipan Drama Duty After School (Episode 01 & Episode 02)

Image
Kutipan Drama Duty After School Episode 1 Orang buangan biasanya terintimidasi. [Kim Deok-Joong] Aku tidak mau berteman. Kita hanya kenalan saat berpapasan, itu lebih mudah. Kamu tidak perlu begitu perhatian atau berhati-hati. Orang yang akan menguntungkanku. Mereka teman-temanku. [Jang Young-hoon] Senjata bisa menyelamatkan atau membunuh kalian. Dalam keadaan darurat, satu-satunya hal yang bisa kalian percayai bukan teman atau kolega di samping kalian, tapi senjata di tangan kalian. [Lee Choon-hoo] Episode 2 Tidak ada yang bisa membantu kalian dalam hidup. Jadi, belajarlah dengan giat dan berlatih dengan rajin. [Lee Choon-ho] Tidak ada individu atau aku di tempat latihan. Hanya ada kita. Namun, kalian mengkritik kesalahan teman kalian dan mengejek mereka. Jika ini situasi nyata, kalian semua pasti sudah mati. [Lee Choon-ho] Episode 3